Hotma Tiopan S

JURNAL SKRIPSI

Nama : Hotma Tiopan Simanjuntak
No.reg : 5215077543
M. Kul : Bahasa Indonesia
Prodi. : Pend. Teknik Elektronika
 

Tugas Bahasa Indonesia penelitian skripsi
Judul skripsi : Peningkatan Hasil Belajar Menerapkan Dasar – Dasar Elektronika Melalalui Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Stad (Student Team Achievement Division) di SMKN 5 Jakarta
Nama Penulis : Wulandari
Tahun Angkatan : 2006
Dosen Pembimbing : Dr.Yuliatri Sastrawijaya dan Muhammad Yusro ,M.T.

A.    Bacalah dengan seksama skripsi yang Anda teliti tentang pe:nggunaan EYD nya. Buatlah perbaikan sedikitnya 10 hal baru yang Anda temui
*Catatan :( Kesalahan saya cetak tebal )

1. Pada Bagian pendahuluan
     Latar Balakang Masalah
Dalam pembelajaran menerapkan dasar-dasar elektronika siswa dituntut untuk lebih paham tentang pelajaran ini, karena dasar-dasar elektronika merupakan langkah awal yang harus diketahui sebelum mempelajari masalah yang berkenaan dengan alat-alat elektronika. Salah satu materi dasar-dasar elektronika yang berwujud abstrak dan perlu penggambaran yang jelas dan kongkret dalam proses pembelajaran adalah kompetensi dasar menjelaskan sifat-sifat komponen elektronik pasif dan aktif.
Seharusnya : Konkrit
2. Pada Bagian pendahuluan
Realitas yang ada di tingkat sekolah menengah sekolah kejuruan memperlihatkan dalam proses pembelajaran dasar-dasar elektronika, guru dari mata pelajarn kurang optimal baik di dalam memanfaatkan maupun memberdayakan sumber pembelajaran, karena dalam pembelajaran cenderung masih berpusat pada guru (teacher centered),  dan berpusat pada buku
Seharusnya : Pelajaran
3. Pada Bagian pendahuluan
menuntut terciptanya kerjasama antara sekolah dengan Dunia Industri (DUDI) berdasarkan prinsif salins memerlukan dan menguntungkan.
Seharusnya : prinsip
4.  Pada Bagian pendahuluan
Berdasarkan uraian dari latar belakang,  dan karena adanya tuntutan dari siswa serta hasil diskusi dengan guru kolaborator, maka pada penelitian ini masalah dibatasi pada “Bagaimanakah meningkatkan hasil belajar menerapkan dasar-dasar elektronika melalui pembelajaran Cooperative  Learning tipe STAD di SMKN 5 Jakarta di kelas XAV 2?”
Seharusnya : Diantara kata belakang dan karena tidak perlu menggunakan tanda baca “koma”
5.  Pada Bagian pendahuluan
1.    Manfaat yang di peroleh siswa
Seharusnya : diperoleh
6. Pada BAB  II
Ketiga ranah Bloom tidak dapat berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan yang sangat erat hungannya, bahkan membentuk tujuan hirarki.
Seharusnya :  Hubungannya
7. Pada BAB II
Penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes dan bukn tes (nontes).
Seharusnya : Bukan

8. Pada BAB II
Sesuai dengan standar kompetensi yang ada, siswa SMKN 5 Jakarta diharapkan dapat memahami macam-macam komponen elektronik baik yang pasif maupun yang aktif secara teori maupun praktik.
Seharusnya : Mengerti

9. Pada BAB II
Strategi apapun bila mengurangi minat siswa dalam belajar tentu tidak baik maka seyogyanya penggunaan strategi juga memperhatikan tingkat kemampuan siswa disamping kesesuaiannya dengan materi pelajaran dan tujuan pembelajarn yang ingin dicapai.
Seharusnya : Seharusnya

10. Pada BAB II
Proses untuk mengembangkan  pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe STAD membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran diadakan agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik.
Seharusnya : Diadakan


B.     Kerangka Skripsi

BAB I  PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Kegunaan Penelitian
BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB III  METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
2. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP



DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Bell Gredler, Margaret E. 1991. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: Rajawali.

Depdikbud. 2005. Modul Menguasai Teori Dasar Elektronika. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Garis-Garis Besar Program Pendidikan dan Keahlian. Depdiknas: Jakarta.

Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Purwanto. 2008. Evaluasi Pengajaran. Surabaya : PT. Remaja Rosdakarya.
Purwanto, M.Ngalim. 2008. Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Istiany, ari dkk. 2009. Buku Pedoman Skripsi. Jakarta: FT UNJ Press

Kusumah, Wijaya. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks

Maliki, Imam. 2006. Fun Teaching Kiat sukses Belajar dan Mengajar yang Menyenangkan. Jakarta: Duha Khasanah.

Made Wena. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Muhadjito, 2005. Model-model PTK, Diklat Penelitian Tindakan Kelas, Bogor.

Malvino. 1996. Prinsip-prinsip Elektronika Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga

Oemar Hamalik. 2002. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Siregar, Evelin dan Nara. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta : Kencana.

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukama, Nana Syaodih. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta : PT. Kencana.

Tim Redaksi. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Undang Gunawan. 2008. Teknik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Sayatagama.


CATATAN KAKI
1Eveline Siregar dan Nara, Teori Belajar Dan Pembelajaran (Jakarta : 2007), h.15.
2Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Surakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h. 46
3Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2006), h.124
4Purwanto, Opcit , h.42
5Evelin Siregar dan Hartini Nara,Opcit, h.6
6Evelin Siregar dan Hartini Nara, ibit, h.76

7Purwanto, ibit, h.66

8Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2006), h.128

9Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2006), h.124

10Wina Sanjaya, ibit, h.242

11Wina Sanjaya, ibit, h.240

12Trianto, Mendesai Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana, 2010), h.67

13Trianto, ibit ,h.66

14Trianto, ibit ,h.61

15Trianto, ibit ,h.57

16Trianto, ibit, h.58

17Wina Sanjaya, opcit, h. 246

18Wina Sanjaya, ibit, h.247

19Wina Sanjaya, ibit, h.68

20Wina Sanjaya, ibit, h.6

21Wina Sanjaya, ibit, h.70

22Wijaya Kusuma,  Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT.Indeks, 2010), h.9

23Wijaya Kusuma, ibit, h.20

A.    Buatlah 5 istilah di bidang teknik elektro yang berasal dari bahasa asing yang Anda kembangkan sendiri. Tata urutannya : istilah asing yang diserap/diterjemahkan, istilah asingnya, kaidah yang digunakan, arti dan makna istilah secara teknik elektro.
1.      DC (direct current)
Arus searah atau arus rata, yaitu arus yang berasal dari baterai, aki atau arus bolak-balik yang sudah diratakan. Arus jenis ini banyak digunakan oleh perangkat telekomunikasi (sentral, pemancar, penerima, terminal, dan lain sebagainya).
2.      Aarde (Belanda)
Pertanahan, yaitu komponen yang biasanya terdiri dari kawat, lempeng atau batang tembaga yang dihubungkan atau dibenamkan ke dalam tanah dan terhubung ke perangkat telekomunikasi untuk mencegah (menetralisir) perangkat tersebut dari sambaran petir.
3.      AC (Alternating Current)
Arus bolak balik, yaitu arus listrik yang getarannya berbentuk gelombang sinus , yang banyak dikonsumsi untuk mencatu peralatan-peralatan yang bekerja dengan arus listrik.
4.      Antenna
Transmisi, yaitu alat yang befungsi sebagai penguat daya dan mengubah dari gelombang RF terbimbing menjadi gelombang ruang bebas, baik ujung akhir pemancaran maupun ujung awal penerimaan. Ia juga berperan untuk menghamburkan sinyal-sinyal yang berasal dari transmitter (pemancar) dan menangkap sinyal-sinyal bebas di udara untuk diteruskan ke receiver (penerima). Ia merupakan sebuah transducer yang mengubah besaran listrik menjadi gelombang elektromagnetik yang kemudian dipancarkan ke angkasa. Atau sebaliknya, mengubah gelombang elektromagnetik menjadi besaran listrik. Penampilan suatu antenna sangat dipengaruhi oleh parameter-parameter yang dimiliki antara lain oleh kisaran frekuensi, pola (pattern), pengarahan (directivity), lebar berkas (breamwidth), penguatan (gain) dan efisensi.
5.      Television
Televisi, sejenis system telekomunikasi yang berfungsi untuk memancarkan sinyal-sinyal listrik untuk mereproduksi bayangan tampak atau tanpa disertai suara., melalui suatu jalur transmisi yang sesuai ke tempat-tempat terminal (penerima) televise berada.